Ahmad (membelakangi) bersama tim memantau ketinggian air dari atas jembatan Bojong. (Foto: Istimewa)
Nilakusuma

KARAWANG, iNews.id - Sebagian masyarakat Karawang selalu mengingat nama Ahmad Iskandar (55), si saat datang musim penghujan. Sosok Ahmad menjadi penting lantaran dari informasi akuratnya bisa menyelamatkan warga dari bahaya banjir. 

Itulah sebabnya setiap musim hujan Ahmad Iskandar menjadi tumpuan warga. Harapannya tetap memberikan informasi penting sehingga warga dapat mengantisipasi jika banjir akan menerjang.

Profesi Ahmad sebagai Kaur Operasional Wilayah 1 Bekasi - Karawang Perum Jasa Tirta (PJT) II, mengharuskannya terus memantau ketinggian air Sungai Citarum baik secara manual ataupun melalui AWLR (automatic water level recorder) yang berfungsi mengukur ketinggian air. Saat musim hujan tugasnya semakin berat karena harus setiap saat memantau ketinggian air sungai.

"Kalau arus sungai sedang normal kami bisa santai karena tidak setiap saat memantau air sungai. Tapi kalau sudah datang musim hujan bisa setiap detik kami pelototi air sungai," kata Ahmad saat ditemui di Pos Kedunggede Sungai Citarum, Selasa (6/12/2022).

Menurut Ahmad Iskandar, dia bekerja dengan sejumlah teman-temannya di Pos Kedunggede Sungai Citarum yang berbatasan antara Bekasi dan Karawang. Di bawah jembatan Bojong perbatasan Karawang-Bekasi itu dia memantau ketinggian air. Selain secara manual di bawah jembatan itu dipasang AWLR untuk memantau ketinggian air. 

Kemudian hasil pemantauan itu dilaporkan kepada pimpinan. Namun belakangan tidak hanya pimpinan yang minta hasil pemantauan ketinggian air. 

"Kami juga memberikan informasi kepada masyarakat terutama daerah yang sering kebanjiran. Informasi ini penting agar warga siap siaga dan bisa menyelamatkan barang-barangnya," kata Ahmad.


Menurut Ahmad, dia mengetahui persis suatu daerah akan kebanjiran berdasarkan hasil pemantauan dari alat pengukur ketinggian air. Jika ketinggian air sudah diatas 9 mdpl, maka banjir terjadi di beberapa titik. Namun jika sudah di atas 13 mdpl maka banjir akan meluas hingga wilayah paling ujung Karawang yaitu Kecamatan Batujaya. 

"Semakin tinggi jumlah mdpl-nya maka akan semakin luas jangkauan banjirnya. Kami informasikan kepada warga agar bersiap-siap akan segera datang banjir. Paling jauh wilayah Batujaya misalnya, 5 jam sebelum banjir sudah kami informasikan," ujarnya.

Menurut Ahmad, dia bersama temannya akan memberikan informasi yang valid kepada masyarakat untuk menangkal hoaks. Sebab sebelumnya masyarakat sering mendapat informasi hoaks soal banjir sehingga meresahkan. 

"Kami sampaikan informasi resmi baik itu secara langsung ataupun melalui media sosial. Sekarang ini informasi dari kami yang dipercaya masyarakat," ucapnya.    


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT