Untuk Riser berbobot 93 ton tersebut, tutur Nurgoho, adalah tempat terjadinya kontak antara katalis dengan feed atau umpan reaktor untuk memulai reaksi catalytic cracking.
Sedangkan reaktor, adalah peralatan terberat yang diganti yakni 750,8 Ton dan berfungsi sebagai tempat berlangsung reaksi Catalytic Cracking untuk merekahkan rantai karbon dari feed (umpan) minyak berat bernilai jual rendah menjadi produk dengan rantai karbon lebih pendek yang mempunyai nilai lebih tinggi seperti Propylene, LPG, Naptha, Light Cycle Oil (LCO), dan Decant Oil.
"Beberapa material existing juga dilakukan modifikasi agar fungsinya dapat menyesuaikan dengan equipment atau peralatan baru yang dipasang," tutur Nugroho.
Editor : Agus Warsudi
indramayu Kabupaten Indramayu balongan kilang balongan kilang pertamina balongan bbm pertamina kilang pertamina kilang minyak pertamina pertamina
Artikel Terkait