Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo menunjukkan barang bukti kasus penyuntikan gas subsidi ke non-subsidi 12 kg di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Rabu (24/8/2022). (FOTO: Humas Polresta Bandung)
Dila Nashear

BANDUNG, iNews.id - Aksi penyuntikan ilegal gas subsidi 3 kilogram ke tabung 12 kilogram yang dilakukan SR dan AH di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, dibongkar petugas Satreskrim Polresta Bandung. Perbuatan kedua pelaku merugikan negara sekitar Rp360 juta.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, pengungkapan kasus penyuntikan gas subsidi ke tabung 12 kg ini berawal dari informasi masyarakat di Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

"Masyarakat yang membeli tabung gas ukuran 12 kilo (kg) mengeluh karena habis lebih cepat daripada ukuran tabung 12 kilo biasanya," kata Kusworo saat konferensi pers di lokasi penemuan, Rabu (24/8/2022).

Mendapatkan informasi seperti ini, ujar Kombes Pol Kusworo Wibowo, Satreskrim Polresta Bandung melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan, ditemukan fakta, pelaku SR dan AH melakukan pemindahan isi gas 3 kg bersubsidi ke tabung 12 kg non-subsidi.

Karena itu, petugas pun menangkap pelaku saat melakukan aksi penyuntikan gas. "Jadi kegiatannya adalah memperniagakan tabung gas secara ilegal yang tidak sesuai dengan perizinan. Pelaku ini menyuntikan dari tabung 3 kilo ke tabung 12 kilo dengan menggunakan alat suntik," ujar Kombes Pol Kusworo Wibowo.

Namun saat penyuntikan dilakukan, tutur Kapolresta Bandung, tabung 12 kg itu tidak diisi penuh. Hanya sekitar 10 kg dan langsung dijual oleh pelaku ke masyarakat. Dalam sepekan, pelaku melakukan tiga kali penyuntikan gas tersebut.

"Untuk harga yang seharusnya Rp205.000 tapi dijual dengan Rp160.000. SR dan AH melakukan aksinya sejak Maret 2022. Selama enam bulan, dikalkulasikan jumlah kerugian negara sejak Maret 2022 sampai saat ini, mencapai sekitar Rp360 juta," tutur Kapolresta Bandung.

Dari pengungkapan kasus ini, kata Kombes Pol Kusworo Wibowo, Satreskrim Polresta Bandung mengamankan barang bukti 247 tabung gas berbagai ukuran. 

"Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 Migas juncto Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp60 miliar," ucap Kombes Pol Kusworo Wibowo.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT