Sementara untuk struktur bangunan sekolah yang sekarang sudah mulai memakai baja ringan dan atap menggunakan bitumen. "Penggunaan baja ringan dan mengganti genting dengan atap bitumen membuat beban bangunan tidak berat. Kalaupun atap ambruk relatif ringan dan tidak sekaligus seperti genting," katanya.
Berdasarkan data dari BPBD KBB, tercatat total 868 SD dan SMP di mana yang terlewati Sesar Lembang ada 93 sekolah. Yang membentang sepanjang 29 kilometer dari Situs Batu Lonceng, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang hingga Desa Bojongkoneng, Kecamatan Padalarang.
"Sekolah yang berdekatan dan berada dekat dengan Sesar Lembang ada 55 SD, 13 SMP, 23 SMA, dan 2 SLB. Mereka harus diberi pemahaman mengenali bencana dan apa yang dilakukan ketika terjadi bencana," ucap Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD KBB, Saepul Uyun.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait