Produksi padi di Jawa Barat naik sebesar 5,56 persen di tahun ini. (Foto: Ilustrasi)
Arif Budianto

BANDUNG, iNews.id - Produksi padi di Jawa Barat mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 9,11 juta ton gabah kering giling (GKG). Periode Januari-Desember 2022 produksi padi diperkirakan mencapai 9,62 juta ton. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, total produksi padi pada 2022 diperkirakan sebesar 9,62 juta ton GKG, atau mengalami kenaikan sebanyak 0,51 juta ton GKG (5,56 persen) dibandingkan 2021 yang sebesar 9,11 juta ton GKG. 

"Prakiraan ini berdasarkan produksi padi di Provinsi Jawa Barat sepanjang Januari−September 2022 diperkirakan sebesar 7,75 juta ton GKG. Sementara itu, berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil Survei KSA Padi September 2022, potensi produksi padi sepanjang Oktober-Desember 2022, yakni sebesar 1,88 juta ton GKG, " kata Ketua Tim Statistik Produksi BPS Jabar Marisa Kusuma Putri, Jumat (11/11/2022). 

Produksi padi tertinggi pada 2021 dan 2022 terjadi di bulan Maret. Sementara produksi padi terendah pada 2022 terjadi di bulan Januari dan produksi padi terendah pada 2021 pun terjadi pada bulan Januari. Di mana produksi padi pada Maret 2022 yaitu sebesar 1,50 juta ton GKG, sedangkan produksi padi pada Januari 2022 sebesar 0,42 juta ton GKG. 


Menurut dia, tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2022 adalah Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Subang. Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi terendah yaitu Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota Cimahi 

Peningkatan produksi padi yang cukup besar pada 2022 terjadi di beberapa wilayah sentra produksi padi seperti Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Sumedang. 

Di sisi lain, beberapa kabupaten/kota mengalami penurunan produksi padi yang cukup besar, misalnya Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Ciamis.


Sementara, realisasi panen padi sepanjang Januari−September 2022 sebesar 1,37 juta hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 62,63 ribu hektare (4,80 persen) dibandingkan Januari−September 2021 yang mencapai 1,31 juta hektare. 

Sementara itu, potensi luas panen padi pada Oktober−Desember 2022 diperkirakan sekitar 317,60 ribu hektare. Dengan demikian, total luas panen padi pada 2022 diperkirakan sebesar 1,69 juta hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 81,19 ribu hektare (5,06 persen) dibandingkan luas panen padi pada 2021 yang sebesar 1,60 juta hektare. 


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT