Seorang siswi SMP di OKU Timur dicabuli satpam sekolah di pos jaga. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Dharmawan Hadi

SUKABUMI, iNews.id - Seorang pria paruh baya di Sukabumi menjadi sasaran kemarahan massa gegara diduga mencabuli remaja laki-laki di bawah umur. Aksi pelecehan seksual kepada sesama jenis tersebut terjadi setelah korban dicekoki minuman keras hingga tidak sadarkan diri. 

Salah satu saksi berinisial A (24) mengatakan, awalnya terduga pelaku berinisial KS (57) datang ke tongkrongan anak jalanan di rel kereta api daerah Cijangkar dan mengajak remaja putri dari anak jalanan tersebut ke sebuah penginapan, namun ditolaknya.

“Baru datangnya Selasa (29/11/2022) subuh, sekitar jam 04.00. Awalnya ngajak ke hotel sama anak-anak jalanan yang cewek, tapi mereka kabur. Kalau di sini, kita welcome siapa aja yang datang, tapi ga tau maksudnya mau gitu (aksi pencabulan). Nah si korban berinisial MIA (14) mungkin dicekok, habis tiga botol," ujar A menerangkan. 

Saat korban dikasih minuman, lanjut A, dia sedang tidak bersama korban. Lalu pukul 11.00 WIB ​​siang, korban lari ke sini dengan tidak menggunakan sendal, dan mengaku saat sadar sudah ada di dalam kamar penginapan dengan leher banyak cupang tanda merah. 

"Mendengar cerita korban, saya bersama teman-temannya langsung mendatangi penginapan, namun saat itu terduga pelaku tidak ada, yang ada hanya sepeda motornya. Lalu kita bawa dan disimpan dekat Pos Polisi Cijangkar," ujar A. 


Lebih lanjut A mengatakan, tidak lama terduga pelaku datang mencari motornya. Setelah itu fia bersama teman-temannya dan warga menangkapnya dan melampiaskan kekesalan kepada pria paruh baya tersebut hingga menjadi tontonan warga. 

Sementara itu Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sy Zainal Abidin mengatakan, terkait dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan KS terhadap MIA, saat ini pihak Satreskrim Polres Sukabumi Kota telah melakukan penyidikan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. 

"Terduga pelaku bisa kita amankan berkat kerja sama Satreskrim Polres Sukabumi Kota, Polsek Cikole dan warga sekitar. Jadi terduga pelaku sempat diamankan warga di Pos Polisi di Jalan Otista Cijangkar Sukabumi kemudian melaporkan dan menyerahkannya kepada kami," ujar Zainal kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (30/11/2022). 


Modus yang dilakukan terduga pelaku yaitu dengan memberikan atau mencekoki korban dengan minuman beralkohol yang mengakibatkan korban diduga sedikit kehilangan kesadaran sehingga pelaku ini dapat dengan mudah melancarkan aksinya. 

"Peristiwa dugaan pencabulan ini mengakibatkan korban mengalami luka lecet di bagian leher dan dada. Beruntung korban dapat segera sadar dari pengaruh minuman beralkohol tersebut hingga berhasil meninggalkan pelaku," tutur Zainal. 

Atas perbuatan pelaku, lanjut Zainal, polisi menerapkan pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang No 01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT