Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah saat memintai perempuan tersangka pemakai tramadol yang berhasil ditangkap ditangkap. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)
Dharmawan Hadi

SUKABUMI, iNews.id - Polisi menangkap dua perempuan pemakai obat keras jenis tramadol bersama delapan tersangka lainnya di Sukabumi. Ditambah lima tersangka kasus sabu, satu tersangka kasus ganja dan 1 tersangka kasus minuman keras. 

Hal tersebut diungkap Kapolres Sukabumi, AKBP Dedy Darmawansyah pada konferensi pers saat pengungkapan kasus narkoba selama bulan November 2022, yang digelar di halaman Mapolres Sukabumi, Jalan Sudirman, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (10/11/2022). 

"Selama bulan November ini ada 16 kasus narkotika dan obat keras terbatas yang kita ungkap dengan 17 tersangka. Sebanyak empat kasus sabu-sabu dengan lima tersangka, satu kasus ganja dengan satu tersangka, 10 kasus obat keras terbatas dengan 10 tersangka dan satu kasus minuman keras (miras) berjumlah satu tersangka," ujar Dedy kepada MNC Portal Indonesia. 

Lebih lanjut Dedy mengatakan bahwa dalam 10 tersangka pada kasus obat keras terbatas, terdiri dari dua orang berjenis kelamin perempuan yang salah satunya merupakan residivis dan delpan orang lainnya adalah laki-laki. 

"Barang bukti yang berhasil disita total senilai Rp168,9 juta, di antaranya narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 71,59 gram atau bernilai sekitar Rp93 juta. Barang bukti ganja sebanyak 629 gram bernilai sekitar Rp4 juta, obat keras terbatas sebanyak 13.183 butir bernilai sekitar Rp65,9 juta. Lalu, miras berbagai merek sebanyak 112 botol bernilai sekitar Rp6 juta," tutur Dedy.


Lalu Dedy mengatakan, tersangka tindak pidana kasus narkotika, disangkakan Pasal 114 dan atau Pasal 112 dan atau Pasal 111 Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman ancaman penjara minimal empat tahun dan maksimal seumur hidup.

"Sedangkan pasal yang disangkakan kepada para tersangka tindak pidana obat keras terbatas yakni Pasal 196 dan atau Pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan hukuman ancaman penjara paling lama 10 tahun," ujar Dedy. 

Untuk tersangka tindak pidana miras, lanjut Dedy, akan disangkakan pasal 11 Ayat (2) Perda Kabupaten Sukabumi No 7 tahun 2005 tentang Larangan Minuman Beralkohol, dengan hukuman penjara enam bulan.

"Para tersangka di dalam melakukan peredaran narkotika jenis sabu, ganja kering dan obat keras terbatas dengan cara ditempel di tempat-tempat tertentu. Sedangkan untuk minuman beralkohol dijual ke warung-warung," ujar Dedy. 




Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT