Polisi merazia warung jamu yang kedapatan menjual miras. (FOTO: ISTIMEWA)
Agus Warsudi

BANDUNG, iNews.id - Polresta Bandung dan jajaran rutin menggelar razia minuman keras (miras) yang jadi pemicu tindak kejahatan atau kriminalitas di Kabupaten Bandung. Seperti yang dilaksanakan Polrek Cileunyi pada Rabu (31/8/2022).

Dari razia itu, polisi mengamankan puluhan botol miras di beberapa warung jamu di Cileunyi. Warung itu menjual miras yang kerap dikonsumsi oleh pemuda. Barang bukti miras diamankan ke Mapolsek untuk dimusnahkan.

"Untuk mencegah dan memberantas penyakit masyarakat, Polsek Cileunyi Jabar melaksanakan razia rutin di tempat-tempat rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan sasaran penjual miras," kata Kapolsek Cileunyi Kompol Suharto, Rabu (31/8/2022).

Kompol Suharto mengimbau para pedagang untuk tidak menjual miras demi menjaga situasi kamtibmas aman kondusif. "Selain menyita miras, dalam giat operasi pekat personel juga mengimbau penjual agar tidak menjajakan minuman haram itu lag, karena dari mengonsumsi miras bisa memicu tindakan kejahatan," ujar Kompol Suharto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, miras adalah akar dari berbagai keresahan di masyarakat. Minuman keras yang dikonsumsi menimbulkan berbagai macam persoalan. Seperti, perkelahian, penganiayaan, dan tindak kejahatan lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Azi Muhammad dan Sugeng, dua pemuda di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, tewas dibunuh saat menonton kesenian kuda lumping yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Kedua korban ditusuk senjata tajam oleh pelaku HK alias Muhadi (33) dan S alias Barnet (40).

Pembunuhan ini dipicu oleh minuman keras. Pelaku HK alias Muhadi dan S alias Barnet cekcok dengan korban Azi Muhammad dan Sugeng. Saat itu, baik kedua korban maupun pelaku HK alias Muhadi dan S alias Barnet, sama-sama dalam keadaan mabuk miras.

"Dalam keadaan mabuk, pelaku HK alias Muhadi, korban Sugeng dan Azi sempat berkelahi. Hingga kemudian pelaku mengambil senjata tajam milik korban (Sugeng). Senjata tajam itu ditusukan ke dada sebelah kiri korban Sugeng dan Azi," kata Kapolseta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT