Namun anak tersebut yang diketahui bernama M Aldi (14) malah terkena bogem salah seorang pedagang yang emosi akibat aksi tawuran menggunakan sarung tersebut. Padahal, anak tersebut sama sekali tidak mengikuti tawuran.
"Ada salah sasaran, korban kena pukulan tukang martabak yang emosi karena perang sarung terjadi di tempatnya jualan. Dia menyangka anak tersebut bagian dari yang ikut perang sarung," tuturnya.
Menurutnya, kesalahpahaman tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara anak yang terkena pukulan salah sasaran dengan pedagang martabak. Sementara untuk mencegah aksi perang sarung, pihaknya meminta kepada para orang tua agar tidak mengizinkan anaknya keluyuran seusai salat Tarawih.
"Sebagai antisipasi, siskamling harus digiatkan karena biasanya perang sarung dilakukan seusai Tarawih dan menjelang Sahur. Ini akan saya sampaikan ke pihak kelurahan untuk diteruskan ke RW dan RT," ujarnya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait