Aksi unjuk rasa buruh. (Foto: Ilustrasi/Dok)
Inin nastain

MAJALENGKA, iNews.id - Pemkab Majalengka memenuhi tuntutan buruh untuk menaikkan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Majalengka 2022 sebesar Rp360.000, Rabu (24/11/20210. Kenaikan upah sebesar itu telah diajukan ke Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk disetujui.

Pengajuan Pemkab terkait besaran UMK 2022 itu seperti yang tercantum dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Wakil Bupati Tarsono D Mardiana.

Dalam surat bernomor 560/1814/DK2UKM/2021 itu, Pemkab Majalengka mengajukan kenaikan UMK Majalengka 2022 sebesar Rp360.000 sesuai tuntutan buruh.

Berikut isi surat Pemkab Majalengka yang dikirimkan kepada Gubernur Jabar itu:

Dipermaklumkan dengan hormat, sehubungan dengan adanya penyampaian aspirasi serikat pekerja/buruh di wilayah Kabupaten Majalengka pada tanggal 24 Nopember 2021 dengan ini kami sampaikan aspirasi dari serikat pekerja/buruh sebagai berikut:

Mengusulkan untuk menaikkan UMK Majalengka 2022 sebesar Rp360.000 (tiga ratus enam puluh ribu rupiah).

Demikian kami sampaikan, untuk menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut. Atas perhatian bapak, kami ucapakan terimakasih. Tanda tangan Tarsono D Mardiana

Dalam surat itu, tampak di bagian nama Tarsono dilengkapi dengan stempel Bupati Majalengka. Di bagian atas surat tertulis nama Gubernur Jawa Barat sebagai pihak tertuju.

Sementara, seusai menemui massa aksi, Tarsono D Mardiana menyatakan, Pemkab Majalengka hanya sebatas mengusulkan. Adapun penentuan disetuji atau tidak usulan kenaikan UMK Majalengka 2022 sebesar Rp360.000, berada di Pemprov Jabar. 

"Kami pemerintah daerah sifatnya hanya mengusulkan pada pemprov dan dewan pengupahan provinsi untuk menetapkan upah di kabupaten Majalengka dengan kenaikan Rp360.000. Mudah-mudahan pemerintah provinsi mendengarkan aspirasi yang disampaikan para pekerja, yang disampaikan oleh pemkab Majalengka," ujar Tarsono.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT