Maman, warga Desa Bantar Agung, Majalengka yang menjadi saksi penemuan bom milik teroris di Gunung Ciremai. (Foto: M Zeni Johadi)
Mohamad Zeni Johadi

MAJALENGKA, iNews.id - Penemuan bom seberat 35 di kaki Gunung Ciremai menggemparkan warga Desa Bantar Agung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Bom tersebut diketahui milik Imam Mulyana, terduga teroris yang ditangkap di Bandara Cakrabuana Cirebon September 2017.

Warga kaget saat mengantar petugas dari Densus 88 dan Brimob Polda Jabar ke lokasi, lalu menjadi takut begitu mengetahui jika ada bom yang sudah ditanam sejak empat tahun lalu di tempat tersebut.

Maman warga setempat mengaku, awalnya dia diminta mengantar petugas ke suatu lokasi di Gunung Ciremai. Sesampainya di sana ditemukan banyak bahan peledak.

"Ada banyak bahan peledak seperti paralon dan selang. Saya gak tahu pasti jumlah dan beratnya. Kami juga kaget karena tidak diberi tahu apa-apa," ujar Maman, Minggu (3/10/2021).

Menurutnya, ada beberapa yang diledakkan di lokasi. Dia mengaku sempat mendengar sebanyak lima kali ledakan.

"Ledakan pertama tidak terlalu kuat. Tapi yang terakhir kuat sekali, sampai jarak 500 meter itu dapat kerasa getarannya," katanya.

Perangkat Desa Bantar Agung Udi mengatakan, dia juga diminta oleh petugas untuk mengantar ke lokasi yang ternaya tempat bom ditanam. Anggota yang datang tampak membawa beberapa cooling box.

"Lokasi penemuan bomnya di Blok Cipager area Gunung Ciremai, perbatasan Kuningan-Majalengka," katanya.

Atas kejadian ini, masyarakat Desa Bantar Agung, Kecamatan Sindangwangi, Majalengka akan memperketat warga asing ketika masuk di wilayahnya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT