Masjid yang dibangun di tepi pantai itu dirancang dengan mengusung konsep keseimbangan antara hubungan seorang muslim dengan Ilahi dan manusia dengan alam.
Konsep itu direpresentasikan lewat tiga bangunan utama masjid yang didesain dengan gaya futuristik dan menyerupai bentuk bambu runcing. Soal rancangan yang futuristik, Kang Emil juga menyebut bahwa hal itu merupakan keinginan warga Palestina.
"Dalam proses komunikasi masyarakat Gaza diberi 5 pilihan, dari model gaya arab berkubah tradisional sampai yg futuristik seperti ini. Ternyata hasil musyawarahnya mereka memilih yg futuristik," ujar Kang Emil.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait