Minibus Xpander yang menabrak angkot hingga mengakibatkan Didin, pedagang cakwe keliling tewas. (FOTO: DHARMAWAN HADI)
Dharmawan Hadi

SUKABUMI, iNews.id - Tangis Lilis (49) tidak terhenti saat melihat jasad adik iparnya Didin (50) terbujur kaku di Ruang Instalasi Jenazah RSUD R Syamsudin SH. Korban yang sehari-hari berjualan cakwe meninggal dunia akibat tertindih angkutan kota (angkot) yang ditabrak minibus Mitsubishi Xpander. 

Saat ditemui di rumah sakit, Lilis menceritakan keseharian Didin yang setiap jam 04.00 WIB pagi berangkat dari rumah kontrakannya di wilayah Kampung Cipari, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, berkeliling menjual cakwe ke wilayah Kota Sukabumi

"Kalo aslinya Didin berasal dari Cianjur, namun bersama anak dan istrinya ngontrak di Cipari. Biasanya pada pukul 10.00 WIB sudah pulang ke rumah. Namun tadi saya mendapat kabar bahwa dia (Didin) jadi korban kecelakaan," kata Lilis kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (22/9/2022). 

Lilis mengetahui adik iparnya meninggal, awalnya dari keluarga sopir angkot yang meneleponnya hingga 5 kali, namun tidak terangkat, lalu mereka mengirimkan foto kecelakaan, setelah saya liat dan yakini lalu saya telepon suami untuk pergi ke rumah sakit. 

"Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Keluarga masih bermusyawarah untuk lokasi pemakaman almarhum, apakah di kampung halamannya di Cianjur atau di kediaman istrinya di Cipari," ujar Lilis. 

Sementara itu, Ketua RT Kampung Sungapan Ahmad mengatakan, korban biasanya berjualan di wilayah tempat tinggalnya dan selalu datang pada pukul 04.00 WIB pagi dan ikut melakukan solat Subuh di masjid di kampungnya. 

"Tadi mah jualan. (Sepertinya) mau pulang tapi istirahat dulu di depan warung (TKP tabrakan) sambil liat burung. Tiba-tiba mobil nyamber ke arahnya. Kalau berangkat ke sini naik bus, turun di Selakaso. Sembahyang dulu di sini, jam enam keliling kampung," kata Ahmad. 

Ahmad menyatakan, korban setiap hari menyusuri kampung dengan menenteng keranjang penyimpanan cakwe yang terbuat dari rotan. Almarhum berjualan kue tersebut kepada anak-anak yang ditemuinya. Namun hari tadi tidak menyangka akan meninggal tertabrak lalu terjepit angkot.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT