PURWAKARTA, iNews.id - Momen unik terjadi saat Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang bernama Yahya warga Cinangka, Kabupaten Purwakarta. Saat itu, Dedi Mulyadi, di dalam mobil mewah Alphard putih melihat Yahya sedang berjalan sambil memanggul satu karung besar berisi penuh rumput.
Saat ditanya, Yahya mengaku rumput tersebut untuk domba peliharaan ibunya. Sebab dua hari lalu bapaknya baru meninggal dunia dan tidak ada lagi yang mengurus domba.
“Kalau saya sendiri kerjanya (kuli) bangunan. Bapak kemarin meninggal ninggalin lima ekor domba. Jadi sekarang saya ngaritin untuk domba emak,” kata Yahya dikutip dari rilis yang diterima iNews.id, Senin (22/8/2022).
Kang Dedi pun tertarik untuk melihat kandang peninggalan bapak Yahya. Dia lantas meminta Yahya untuk naik mobil menuju kandang. “Sok bapak naik duluan, gak apa-apa, jukut (rumput)-nya bawa juga. Jadi jukut naik Alphard,” ujar Kang Dedi, sapaan akrab Dedi Mulyadi.
Yahya dan karung berisi rumput pun duduk di baris kedua yang biasa digunakan untuk penumpang. Sementara Dedi seperti biasanya duduk di baris pertama di samping sopir.
Di perjalanan, Yahya mengungkapkan amanah bapaknya domba tersebut tidak dijual karena untuk bekal ibunya. Namun karena butuh biaya tahlilan, satu ekor anak domba terpaksa dijual. Sementara sisanya, Yahya meminjam uang ke mandor dan saudara.
“Amanah bapak domba ini jangan dijual habis, makanya saya jaga untuk bekal emak. Sekarang untuk tahlil pinjem dulu ke mandor Rp 1 juta nanti dipotong kerja, sama utang ke anak adik Rp 500 ribu,” ujar Yahya.
Dedi, yang menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini pun cukup kagum dengan sosok Yahya. Di tengah keterbatasan, Yahya masih bisa bertanggung jawab untuk keluarga terutama menjaga amanah bapak dan merawat emaknya.
“Hebat loh bapak ini. Walaupun bapak hidup dalam kondisi tak mampu tapi memiliki kekuatan untuk bertanggung jawab kepada bapak dan emak. Bapak gak khawatir sekarang utang?” tutur Dedi.
“Alhamdulillah enggak. Selagi masih sehat, ada kerjaan, pasti saya bayar,” ujar Yahya.
Setelah melihat kandang dan berbincang, Dedi kemudian berpamitan sambil memberikan sejumlah uang untuk membantu biaya tahlilan. Tak disangka uang jutaan tersebut langsung Yahya berikan kepada emaknya yang baru datang ke kandang.
Mobil mewah Alphard warna putih milik Kang Dedi memang tidak eksklusif. Bahkan hubungan Kang Dedi dengan warga, tanpa sekat. Dalam setiap perjalanan, Kang Dedi selalu mengajak warga naik ke dalam mobil bersamanya.
Sejumlah warga pernah menikmati enaknya menaiki mobil tersebut. Mulai dari pedagang keliling, petani, nelayan, pengemis, dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pernah merasakan nyamannya mobil mewah milik Kang Dedi.
Warga senang karena bisa naik mobil mewah dan bertemu langsung Kang Dedi Mulyadi. Tidak hanya dipakai untuk ‘memanjakan’ warga, Kang Dedi juga pernah menerobos banjir menggunakan mobil berharga miliaran rupiah itu untuk membagikan makanan kepada warga yang terisolasi akibat bencana banjir.
Saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Kang Dedi memiliki kebijakan setiap kendaraan dinas ASN bisa dimanfaatkan oleh warga. Bahkan para pejabat dilarang menutup jendela mobil di sekitar rumah masing-masing agar peka terhadap kondisi masyarakat sekitar.
Editor : Agus Warsudi
dedi mulyadi alphard mobil Alphard toyota alphard mobil mewah Kabupaten Subang pencari rumput rumput Kabupaten Purwakarta
Artikel Terkait