Inggit Garnasih (tengah) dipeluk Soekarmini, kakak kandung Soekarno, saat melayat wafatnya Soekarno. (Foto/Cindy Adams dalam buku SoekarnoMy Friend)

Inggit setia mendampingi Bung Karno mengarungi masa-masa sulit perjuangan selama 20 tahun. Memang, Inggit tak memanggul senjata atau ikut pergerakan perempuan yang menelurkan ide-ide perjuangan. 

Namun, cinta dan kesetian Inggit di masa-masa sulit, menjadi penguat tekad Soekarno mewujudkan Indonesia merdeka. Betapa tidak, Inggit sempat membiayai kuliah Bung Karno saat menimba ilmu di ITB dan aktivitas politiknya di Perserikatan Indonesia (PSI) yang lalu berubah menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI). 

Inggit juga menyokong semangat, buku-buku, dan materi saat Soekarno dijebloskan ke Lapas Sukamiskin dan Banceuy, Bandung. Sumbangsih Inggit pun mengalir saat suaminya itu menyusun pembelaan atau pleidoi di Landraad Bandung, kini Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan. 

Pleidoi yang dibacakan Soekarno dipersidangan dengan judul “Indonesia Menggoegat” pada 1930 menjadi tinta emas sejarah perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan melalui cara diplomasi dan intelektual. 


Editor : Agus Warsudi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2 3 4 5
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network