Terkait pengelasan dan penggembokan gerbang masuk ke sekolah yang dilakukan oleh pihaknya, dia menyatakan itu bukan tindakan yang tiba-tiba. Pihaknya sebelumnya telah melayangkan surat ke Dinas Pendidikan (Disdik) KBB pada September 2001.
Alasan penggembokan yang dilakukan bukan tidak peduli dan ingin menghambat aktivitas belajar mengajar siswa. Justru pihaknya mengkhawatirkan suatu saat bangunan sekolah itu ambruk, akibat mengalami kerusakan. Sebab selama ini pihak sekolah tidak boleh melakukan rehab karena lahannya milik orang lain.
"Kemarin kami gembok dan las gerbangnya itu bukan apa apa, tapi kami mengkhawatirkan hal itu. Jadi itu sebagai bentuk kepedulian kami dan bukan tidak peduli tentang pendidikan," tuturnya yang tetap membolehkan sekolah dipakai selama berproses di pengadilan namun tidak bertanggung jawab kalau misalkan ada ruangan yang roboh.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait