Bupati Majalengka Karna Sobahi. (FOTO: iNews.id/DOK)
Inin nastain

MAJALENGKA, iNews.id - Bupati Majalengka Karna Sobahi merespons pernyataan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edy Hiariej terkait Lapas Kelas IIB Majalengka overkapasitas dan tidak layak. Persoalan ini telah lama disampaikan oleh kepala lapas.

"Jadi, sebetulnya sudah sejak lama bahasan itu (masalah Lapas Majalengka overkapasitas) dengan dua kepala LP sebelumnya. Kami melihat realitas yah, sudah overload dan tidak layak," kata Bupati Majalengka, Jumat (26/8/2022)

Karna Sobahi menyatakan, rencana pembenahan lapas sudah dilakukan sebelum Lapas Majalengka dipimpin Suparman. Saat ini, Pemkab Majalengka mencoba memetakan lokasi lapas baru yang dinilai tepat.

Lokasi lapas sebaiknya berada di dekat pusat pemerintahan. "Sedang cari lahan. Kalau jauh-jauh kan, misal di (kecamatan) Lemahsugih enggak mungkin," ujar Karna Sobahi.

Untuk membangun lapas baru, ujar Bupati Majalengka, membutuhkan lahan sekitar 10-15 hektare. Dengan lahan seluas itu, di sana juga akan ada tempat pemberdayaan layak bagi warga binaan.

"Ingin memodelkan kayak Garut. jadi LP (lapas) itu ada pesantrennya, ada areal pertanian dan perikanan. Jadi orang yang di sana itu (warga binaan pemasyarakatan di lapas) diberdayakan hidupnya, bisa jadi ahli tani, tukang, dan perikanan," tutur Bupati Majalengka.

Semenarta itu, Sekda Majalengka Eman Suherman mengatakan, Pemkab Majalengka masih mencari lokasi yang dianggap cocok untuk lapas baru. "Masih memetakan lokasi mana yang cocok dan memenuhi syarat. Sambil kami juga meminta arahan dari pihak Kemekumham-nya," kata Eman Suherman.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT