Dari keenam korban luka yang dirawat tersebut, tim medis mengonfirmasi satu di antaranya saat ini masih dalam kondisi kritis.
Diketahui, kecelakaan maut bermula saat mobil pikap yang dikemudikan oleh Warsidi tengah melaju di Jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Pikap rombongan pengantin tersebut berniat untuk melakukan manuver berputar arah (u-turn).
Namun di saat yang bersamaan, truk tronton melaju kencang dari arah yang sama di belakangnya. Diduga karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, pengemudi tronton gagal melakukan pengereman darurat. Truk bertubuh besar itu langsung menerjang pikap dengan sangat keras.
Benturan hebat tersebut membuat mobil pikap terdorong maju tanpa kendali hingga masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, muncul truk Hino lainnya dari arah berlawanan sehingga tabrakan kedua kembali terjadi.
"Kendaraan Grand Max berhenti di sebelah kanan jalan dengan rencana ingin memutar balik. Namun sesaat setelah berhenti ditabrak kendaraan Hino Wing Box, sehingga terdorong dan terlempar ke jalur lawan lalu menabrak kendaraan di depannya," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar AKBP Jimmy Manurung.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait