INDRAMAYU, iNews.id – Sejumlah fakta terungkap dalam insiden kecelakaan maut melibatkan truk tronton dan pikap rombongan pengantin di Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7/2026), menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Peristiwa itu mengakibatkan 12 orang tewas dan enam lainnya luka berat dan hingga kini masih dirawat intensif di rumah sakit.
Hingga Senin (13/7/2026), polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan maut tersebut. Petugas juga sudah mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi dan korban.
Berikut deretan fakta Kecelakaan Pikap Rombongan Pengantin Tewaskan 12 Orang di Indramayu.
5 Fakta Kecelakaan Pikap Rombongan Pengantin Tewaskan 12 Orang di Indramayu
1. Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan maut bermula saat mobil pikap yang dikemudikan oleh Warsidi tengah melaju di Jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Pikap rombongan pengantin tersebut berniat untuk melakukan manuver berputar arah (u-turn).
Namun di saat yang bersamaan, truk tronton melaju kencang dari arah yang sama di belakangnya. Diduga karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, pengemudi tronton gagal melakukan pengereman darurat. Truk bertubuh besar itu langsung menerjang pikap dengan sangat keras.
Benturan hebat tersebut membuat mobil pikap terdorong maju tanpa kendali hingga masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, muncul truk Hino lainnya dari arah berlawanan sehingga tabrakan kedua kembali terjadi.
"Kendaraan Grand Max berhenti di sebelah kanan jalan dengan rencana ingin memutar balik. Namun sesaat setelah berhenti ditabrak kendaraan Hino Wing Box, sehingga terdorong dan terlempar ke jalur lawan lalu menabrak kendaraan di depannya," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar AKBP Jimmy Manurung.
2. Korban Tewas Bertambah jadi 12 Orang
Korban tewas kecelakaan maut mobil pikap yang membawa rombongan pengantar pengantin di jalur Pantura, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bertambah menjadi 12 orang. Sementara itu, enam orang luka ringan dan masih dalam penanganan di rumah sakit.
Seluruh jenazah korban telah dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada keluarga masing-masing pada Minggu (12/7/2026) malam. Para korban berasal dari Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, serta Desa Kiajaran Kulon, Kabupaten Indramayu.
Sebagian besar korban diketahui masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal di lingkungan yang sama. Bahkan, terdapat korban yang merupakan ayah dan anak.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait