Orang Sunda pada masa itu, tulis Tome Pires, bersaing dengan orang-orang Jawa, begitu pula sebaliknya. Dalam keseharian, antara orang Jawa dan Sunda tidak terlalu akrab, tetapi tidak pula bermusuhan. Mereka saling berdagang dan mengurus urusannya masing-masing.
Karena bukan Jawa, Suku Sunda berbicara dengan bahasa mereka sendiri. Penyebaran Bahasa Sunda banyak diperngaruhi oleh peran politik dari kerajaan-kerajaan di Tatar Pasundan, seperti Pajajaran, Tarumanagara, dan Galuh.
Seluruh wilayah Jawa bagian barat dikuasai oleh karajaan Sunda tersebut. Penggunaan bahasa sehari-hari pun menggunakan Bahasa Sunda sehingga mewarnai masyarakat yang dikuasai atau ditaklukkan.
Bahkan, Kerajaan Galuh pernah menguasai sebagian wilayah barat Jawa Tengah, khususnya Brebes dan Cilacap. Di kedua daerah di Jawa Tengah itu, ada kelompok masyarakat yang menggunakan Bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.
Di Cilacap terdapat kawasan bernama Majenang yang sebagian penduduknya beretnis Sunda. Di Majenang ada kampung bernama Dayeuhluhur yang dalam Bahasa Sunda berarti kota di ketinggian.
Editor : Agus Warsudi
adat sunda asal usul sunda Bahasa Sunda budaya sunda ki sunda kerajaan sunda MASYARAKAT SUNDA masakan sunda makanan sunda Provinsi Sunda
Artikel Terkait