Masyarakat Sunda menggelar ritual adat Seren Taun sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang melimpah. (FOTO: ISTIMEWA/INFOBUDAYA.NET)
Pemuda dan gadis Sunda membawakan tarian. (FOTO: ISTIMEWA)

Dalam ilmu linguistik, antara Bahasa Jawa dan Sunda masih satu rumpun, yaitu, bahasa Melayu-Polinesia. Namun dari segi fonologi, penuturan, dialek, dan sistem penulisan, sangat berbeda.

Walaupun dua kelompok masyarakat itu berbeda etnis, namun fakta, terdapat beberapa kesamaan dalam hal adat istiadat dan mitos yang diyakini. Contohnya, masyarakat Sunda dan Jawa di pesisir pantai selatan.

Seperti masyarakat Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi dan Pangandaran, mereka meyakini ada kekuatan supranatural yang menguasai laut selatan Jawa, yaitu Nyi Roro Kidul. 

Mitos ini pun diyakini oleh masyarakat Jawa yang tinggal di pesisir pantai selatan. Itu terjadi diduga karena akulturasi budaya leluhur yang saling memengaruhi. 

Terlepas dari itu, dihimpun dari berbagai sumber, berikut ulasan jawaban atas pertanyaan dan keheranan masyarakat tentang mengapa warga Jawa Barat tidak menggunakan bahasa Jawa:

Catatan Penjelajah Portugis

Tome Pires, penjelajah Portugis dalam Suma Oriental pada abad ke-16 mencatat, Tatar Pasundan adalah tanah kesatria dan pelaut pemberani. Mereka jauh lebih terkenal dibandingkan para kesatria atau pelaut dari Jawa.


Editor : Agus Warsudi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2 3 4 5 6 7
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network