Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Dishub Kota Sukabumi, dan ATPM melakukan ramp check terhadap Expander maut yang menewaskan tiga orang. (FOTO: DHARMAWAN HADI)
Dharmawan Hadi

SUKABUMI, iNews.id - Hasil ramp check terhadap minibus Xpander yang menabrak angkot dan menewaskan tiga orang di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, menunjukkan rem berfungsi baik. Namun, sampai saat ini, Elizabeth Hoo (71), sopir Xpander belum diperiksa, apalagi dijadikan tersangka.

Untuk memastikan kelayakan kendaraan Xpander itu, petugas Unit Kecelakaan (Laka) Satlantas Polres Sukabumi Kota melakukan ramp check bersama Agen Tunggal Pemilik Merek (ATPM) Mitsubishi dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi. 

Pemeriksaan berlangsung di Kantor Unit Laka Satlantas Polres Sukabumi Kota, Jalan Kabandungan, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Sabtu (24/9/2022).

Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat mengatakan, ramp check dilaksanakan untuk memenuhi kelengkapan berkas dan sebagai bukti penyebab kecelakaan. Ramp check hari ini difokuskan pada sistem pengereman kendaraan minubus Xpander. 

"Untuk hasil awal cukup baik. Rem berfungsi dengan baik. Hanya ada satu sensor yang diduga bermasalah. Namun itu harus dibuktikan oleh Agen Tunggal Pemilik Merek (ATPM) Mitsubishi. Hanya ahli yang bisa membuktikan apakah sensor itu bermasalah atau tidak," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota kepada MNC Portal Indonesia (MPI). 

Ipda Jajat Munajat menyatakan, petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi akan melakukan ramp check tahap kedua setelah ada pemeriksaan oleh pihak Mitsubishi berupa fungsi mesin kendaraan minibus tersebut. 

"Sehingga nanti ada data pembanding apakah betul dari sistem pengereman atau memang ada hal lain yangg menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut," ujar Ipda Jajat Munajat.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin mengatakan, perempuan lanjut usia (lansia) Elizabeth Hoo (71) yang mengendarai minibus Xpander maut itu belum diamankan karena masih dalam perawatan medis.

Elizabeth Hoo mengalami sesak napas dan sakit di dada kiri. Saat ini, Elizabet Hoo dirawat di RS Kartika Kota Sukabumi.  "Saat ini masih proses penyelidikan, hingga kemudian ada beberapa yang masih dalam pemeriksaan terkait kendaraan, termasuk dugaan pelaku, pengemudi kendaraan. Kami juga akan memeriksa yang bersangkutan (Elizabeth Hoo)," ujar Zainal. 

Diberitakan sebelumnya, tiga orang tewas dan tiga lainnya luka ringan akibat minibus Mitsubishi Xpander berpelat nomor polisi (nopol) F 1349 OJ yang dikemudikan Elizabeth Hoo menabrak angkutan kota (angkot) jurusan Sukaraja di Jalan RA Kosasih, Kelurahan Cibeureumhilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi pada Kamis (22/9/2022) pukul 10.00 WIB. 

Satu korban meninggal di lokasi kejadian dan dua lainnya saat berada di rumah sakit. Tiga orang yang meninggal dunia adalah pengemudi angkot yang bernama Hapid Mulyana (54) warga Kampung Cimuncang RT 03/06, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. 

Korban meninggal kedua seorang pedagang cakwe Didin (50) warga Kampung Padakati RT 02/01, Desa Tegalega, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur yang tertabrak dan tertimpa angkot setelah berbenturan keras dengan minibus Mitsubishi Expander. Korban ketiga yang meninggal belum teridentifikasi oleh petugas dikarenakan tidak ditemukan kartu identitas di pakaian korban.

Sedangkan tiga korban yang mengalami luka ringan, pertama sopir minibus Mitsubishi Xpander seorang perempuan bernama Elizabeth Hoo. Lalu yang kedua, Heri Irawan (38) pemilik toko yang tertabrak angkot, dan Hendra (45) pemilik toko yang ditabrak minibus Mitsubishi Xpander. 

Kecelakaan maut ini terekam kamera CCTV. Dalam video CCTV terlihat, sebelum kecelakaan terjadi tampak minibus Xpander melaju sangat kencang saat keluar dari Kompleks Perumahan Pesona Cibeureum Permai.

Minibus Xpander yang dikendarai Elizabeth Hoo menabrak angkot jurusan Pasar Pelita-Terminal Sukaraja berwarna merah jambu atau pink. Akibatnya, angkot terguling dan menimpa pedagang cakwe yang sedang duduk di depan sebuah toko. Sedangkan Xpander berhenti setelah menabrak toko. 


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT