Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar memanfaatkan energi alam untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di wilayah mereka. (Foto: iNews/Mawaria Wira Miharti)

Salah satu warga Kasepuhan Ciptagelar, Icah, mengaku senang dengan adanya listrik di kampungnya. Sebab, dia bisa menggunakan peralatan elektronik dan menghemat biaya. 

"Dulu kami mengalami pakai lampu harus beli minyak tanah. Sekarang lebih irit karena ada listrik. Sebulan hanya Rp20.000," ujar Icah.

Sementara itu, tokoh masyarakat adat Ciptagelar Aki Upat mengatakan, PLN sudah pernah menawarkan aliran listrik untuk kampung adat ini. Namun, sesuai kebijakan adat di kasepuhan, pihaknya lebih memilih memanfaatkan energi alam yang sudah dijalankan pemangku adat terdahulu. Masyarakat setempat sepakat tetap menggunakan PLTMh demi menjaga lingkungan.

"Jadi kami masyarakat adat sangat cinta dengan lingkungan, terutama air dan potensi lain juga mendukung. Kita membuat turbin tenaga air untuk mencukupi kebutuhan listrik masyarakat adat sekaligus untuk menjaga air dan hutan," kata Aki Upat.

Kasepuhan Ciptagelar menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat memanfaatkan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Diketahui, hingga saat ini penggunaan energi terbarukan belum optimal di Indonesia. Kasepuhan Ciptagelar telah berkontribusi bagi aksi penyelamatan krisis iklim di bumi ini yang disebabkan perubahan iklim.


Editor : Maria Christina

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network