Stok beras di Jabar menjelang Ramadhan dipastikan aman. (Foto: Ilustrasi)
Arif Budianto

BANDUNG, iNews.id - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat (Jabar) memastikan stok beras di Jawa Barat aman menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1443 Hijriah. Stok yang tersedia saat ini hingga 105.000 ton.

"Alhamdulillah, stok beras untuk Jabar untuk Ramadhan dan Idul Fitri bahkan sampai akhir tahun masih tercukupi, aman" ujar Kepala Bulog Kanwil Jabar, Faisal, Kamis (17/3/2022). 

Ketahanan stok beras di Jabar, kata dia, sangat aman. Apalagi dalam waktu dekat ini akan ada kegiatan penyerapan gabah dari petani sehingga ketersediaannya makin tercukupi dan harga jualnya juga relatif stabil. Dia berharap masyarakat tidak perlu khawatir atas kondisi beras di Jabar. 

Faisal menuturkan Stok beras kita ada 105.000 ton, dan itu tersebar di 145 unit gudang Bulog yang ada di Jabar.  Stok beras ini kita dapat dari penyerapan petani, hasil panen mereka. Namun, jumlah tersebut belum semua, karena baru ada yang panen lagi di akhir Maret sampai nanti Juni. "Puncak panen itu ada antara bulan April sampai Mei," kata Faisal.

Disinggung  mengenai jumlah total serapan gabah dari petani, Faisal mengatakan, bahwa target hasil panen tahun ini sebanyak 200 ton. 

"Saat ini panennya baru sebagian ya. Kalau tahun lalu itu 103 ton, tahun ini 200 ton," ujarnya.

Terkait dengan penyediaan daging kerbau dan sapi untuk pemenuhan konsumsi saat bulan ramadahan dan Hari Raya Idul Fitri, Faisal mengatakan seperti tahun sebelumnya Bulog Jabar sudah menyiapkan dan terus berkoordinasi dengan pusat. 

"Ada sekitar 300 ton daging kerbau. Untuk daging sapi kami sudah berkoordinasi dengan pusat," kata Faisal. Jumlah itu bisa berubah, karena nanti tergantung kebutuhan sesuai permintaan pasar" ujarnya.

Faisal menambahkan selain beras dan kebutuhan pokok lainnya, Bulog juga menyediakan kebutuhan pokok yang masuk kategori komersil Bulog dengan harga khusus.

"Untuk kebutuhan bahan pokok kategori komersil ini kami dipasarkan secara mobile dan ada juga yang melalui permintaan dari pemerintah daerah hingga ke tingkat kecamatan." ucapnya. 


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT