Tersangka SI, pemerkosaan anak kandung, digelandang petugas. (FOTO: ABDUL ROHMAN)
Abdul Rohman

CIREBON, iNews.id - SI (38), ayah bejat, di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, memperkosa anak kandung  yang masih di bawah umur. Perbuatan bejat tersebut dilakukan SI lantaran istrinya jadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri.

Pelaku SI mengaku telah memperkosa korban berkali-kali sejak 2016 sampai 2020. Pelaku pertama kali melakukan perbuatan bejat itu saat korban masih berusia lima tahun. Saat itu korban ditinggal oleh ibunya bekerja di luar negeri sebagai TKW. 

"Perbuatan bejat yang dilakukan tersangka terhadap anak kandungnya itu berulang kali. Sejak korban masih berusia lima tahun sampai 2020, "kata Kasatreskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton. Sabtu (26/11/2022)

Selama ibunya bekerja sebagai TKW di luar negeri, ujar Kompol Anton, korban tinggal bersama tersangka SI. Pelaku leluasa melakukan aksi bejatnya dalam rentang waktu berbeda. Saat diperkosa, korban diancam akan dipukuli jika berani melapor.

"Status korban ini sebagai anak kandung tersangka SI. Tersangka melakukan perbuatan bejatnya itu di rumahnya sendiri. Korban juga mendapat ancaman agar tidak dilaporkan ke ibunya," ujar Kompol Anton.

Tidak tahan jadi budak nafsu pelaku, tutur Kasatrskrim Polresta Cirebon, korban bercerita kepada ibu kandung. Mendengar cerita dari anaknya itu, ibu korban pun geram dan kemudian melaporkan tersangka ke kepolisian.

"Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan kejadian itu ke ibunya. Merasa tidak terima, anaknya diperlakukan tidak senonoh, ibu korban melaporkan ke polisi," tutur Kasatreskrim Polres Cirebon.

Setelah menerima laporan, kata Kompol Anton, petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Cirebon, menangkap tersangka di rumahnya. "Tersangka kami tangkap. Pelaku SI mengakui semua perbuatan bejatnya," ucap Kompol Anton.

Saat ini, ujar Kasatreskrim, tersangka SI mendekam di sel tahanan Polresta Cirebon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Akibat perbuatannya, tersangka terancam hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal selama 15 tahun," ujarnya.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT