SA menduga masih banyak korban lainnya yang mendapatkan perlakuan sama seperti dirinya. Sebab AE sudah melakukan praktik tersebut sejak tahun 2010 silam.
"Saya kira mungkin begitu banyak karena dianjurkan yang nginep kaya saya juga banyak. Kalau jemaah itu kurang lebih ada 50 orang," ucapnya.
Para korban berharap, polisi bisa mengungkap praktik pencabulan terhadap sesama jenis dan penipuan yang dilakukan terlapor. Hal ini agar tidak ada lagi yang menjadi korban dukun palsu tersebut.
"Kami inginnya setop karena sudah menyimpang aqidah. Barangkali mungkin seperti itu, jangan sampai ada korban lagi yang baru," kata SA.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait