Warga Blok/Dusun Jumat, Desa Hueleut, Kecamatan Kadipaten siaga mengantisipasi segala kemungkinan saat banjir merendam permukiman. (FOTO: iNews/M ZENI JOHADI)
Mohamad Zeni Johadi

MAJALENGKA, iNews.id - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Majalengka selama 6 jam pada Selasa (19/4/2022) malam, menyebabkan Sungai Cikasarung dan Cilutung meluap. Akibatnya, dua kecamatan, Kadipaten dan Dawuan terendam banjir.

Sejumlah warga di dua desa memilih bertahan di rumah yang terendam banjir. Pada Rabu (20/4/2022) dini hari, air banjir berangsur surut, tetapi masih terdapat genangan. Bukan hanya permukiman warga, banjir juga merendam jalan penghubung antarblok.

Emak Eti (74), warga Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, berusaha bertahan d irumahnya yang terendam banjir setinggi 50 sentimeter (cm) karena tidak ada tempat mengungsi.

Begitu juga ratusan warga Blok Sewala, Desa/Kecamatan Kadipaten. Mereka juga tetap bertahan di rumah masing-masing dan sahur dalam kondisi rumah terendam banjir.

Kepala Desa Kadipaten Roby mengatakan, bencana banjir sering melanda Desa Kadipaten setiap musim hujan tiba. Hujan deras dengan durasi cukup lama menyebabkan sungai meluap.

"Kondisi ini belum tersentuh penanganan serius oleh Pemkab Majalengka, Pemprov Jabar, dan pemerintah pusat. Warga berharap pemerintah melakukan pengerukan sungai yang dangkal," kata Roby.

Sementara itu, Kepala Desa Heuleut Agus Sofyan mengatakan, terendamnya rumah warga akibat luapan air Sungai Cikasarung. "Sungai ini dangkal sehingga air meluap dan banjir melanda Desa Heuleut," kata Agus Sofyan.

Di Desa Heuleut, sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tak mungkin ditinggali. Mereka mengungsi ke rumah kerabat yang tak terkena banjir.

Air banjir yang menggenangi rumah mereka cukup tinggi mencapai 1,5 meter. Warga Blok/Dusun Jumat Desa Heuleut memindahkan barang berharga ke lokasi yang lebih aman.

Kepala Blok/Dusun Jumat Aceng Muhaimin mengatakan, akibat guyuran hujan sejak sore sampai malam, belasan rumah terendam banjir dan puluhan warga mengungsi ke lokasi yang aman. "Warga dan perangkat desa siaga di lokasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan," kata Aceng Muhaimin.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT