BANDUNG, iNews.id - Ratusan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tampil beda saat masuk kantor di Hari Santri Nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober. Mereka datang bekerja dengan sarungan serta mengenakan busana muslim.
Pantauan iNews.id, pegawai pria berpakaian dengan menggunakan sarung, baju koko, dan peci. Sementara pegawai wanita tampil mengenakan pakaian muslimah. Seragam ‘baru’ ASN ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor: 003.3/80/Org tentang Hari Santri Nasional di lingkungan Pemprov Jabar.
"Dasarnya, Hari Santri Nasional ini sudah menjadi keputusan pemerintah. Jadi wajar sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para santri kita menggunakan pakaian ala mereka," kata Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum dii Gedung Sate, Bandung Senin (22/10/2018).
Uu mengatakan, pakaian muslim yang dikenakan pada saat hari Santri Nasional ini akan digunakan seperti halnya saa Hari Kartini yang identic memakai baju kebaya bagi perempuan.
Menurutnya, santri merupakan komunitas pelajar yang turut berjuang melahirkan dan memerdekakan Indonesia sehingga wajar apabila harus dihargai dan dihormati di negeri ini. Untuk itu, dia berharap imbauan ini bisa dilaksanakan setiap tahun.
"Dengan memakai (sarung) ini sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama bukan hanya santri. Karena sebenarnya Hari Santri merupakan Hari Ulama. Jadi menghormati santri sama dengan menghormati ajengan (ulama)," ujarnya.
Selain itu, Uu juga mengungkapkan bahwa santri telah berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan. Hal itu dilakukan melalui pembangunan karakter, keimanan, dan ketaqwaan manusia Indonesia seutuhnya. "Kalau tidak ada para santri, estafet keimanan, ketaqwaan mau siapa lagi? Karena ulama merupakan pewaris Rasulullah dan para nabi. Jadi bukan karena saya keluarga santri, bukan karena saya orang pesantren," ucapnya.
Uu menuturkan, dalam memperingati Hari Santri bisa meningkatan keimanan dan ketaqwaan para ASN Pemda Provinsi Jabar. Hal ini identik dengan para santri yang memiliki akhlak dan karakter, serta keimanan dan ketaqwaan yang baik.
"Pakaian ini melambangkan kepribadian. Harapan kami para ASN memperhatikan generasi muda khususnya dalam bidang pendidikan keakhiratan. Jangan sampai masyarakat hari ini hanya mementingkan duniawi saja," tuturnya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait