Entis Sutisna, salah satu saksi hidup awal mula berdirinya Ma'had Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu. (Foto: iNews.id/Andrian Supendi)

Entis Sutisna mengatakan, saat awal berdirinya, kegiatan di Ponpes Al Zaytun sebenarnya masih normal. Dia baru mengetahui sejumlah fakta soal polemik yang terjadi sekarang ini dari pemberitaan di sejumlah Media.

"Seperti haji cukup di Indramayu, salat Idul Fitri bercampur antara jemaah laki-laki dan perempuan, dan lain sebagainya. Ketika saya keluar memang sudah tidak terpantau lagi, tidak tahu sejak kapan mulai terjadi," kata dia.

Walau demikian, Entis Sutisna tidak menampik, saat masih tergabung dengan Syekh Panji Gumilang sejumlah penyimpangan juga sudah terjadi.

Entis Sutisna mencontohkan, salah satunya adalah perihal salat. Dalam hal ini, Ponpes Al Zaytun belum mewajibkan salat sebagaimana umat Islam pada umumnya.

"Menurut mereka, salat baru diwajibkan nanti setelah Negera Islam menang. Itu salah satunya yang membuat saya keluar. Saya keluar atas dorongan keluarga dan juga diri sendiri," tutur dia.


Editor : Asep Supiandi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network