Ekonomi kembali menggeliat. Masyarakat antre di sebuha pusat perbelanjaan. (Foto: MPI)
Arif Budianto

BANDUNG, iNews.id - Perekonomian Jawa Barat pada triwulan Ill/2022 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 6,07 persen (yoy). Angka ini melebihi pertumbuhan ekonomi triwulan sebelumnya sebesar 5,68 persen (yoy) serta lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,72 persen (yoy). 

Deputi Direktur Senior Bank Indonesia Jawa Barat Taufik Saleh mengatakan, kenaikan ekonomi tersebut memperlihatkan geliat ekonomi seperti sebelum pandemi yang ditopang oleh kuatnya permintaan domestik dan pertumbuhan ekspor positif. 

Kembali normalnya mobilitas masyarakat telah menjadi kekuatan tersendiri dengan terdongkraknya kerja berbagai sektor ekonomi di Jawa Barat. 

"Di tengah tantangan ketidakpastian global, kinerja ekspor juga masih baik terutama manufaktur seperti otomotif, elektronik, dan alas kaki. Konsumsi rumah tangga mencatat pertumbuhan cukup tinggi sebesar 5,03 persen (yoy). Sementara ekspor tumbuh 10,66 persen (yoy), " kata Deputi Senior BI Jabar

Taufik Saleh menyatakan, kembali pulihnya aktivitas masyarakat juga didorong oleh aktivitas sekolah tatap muka, work from office, maraknya aktivitas wisata dan leisure, serta aktivitas ibadah seperti haji dan umroh yang mencerminkan masih terjaganya daya beli masyarakat. 

Melihat kondisi ini, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara keseluruhan 2022 diperkirakan berada pada rentang 5,1-5,9 persen dengan potensi berada di batas atas. 

Optimisme ini perlu didukung dengan berbagai kebijakan untuk menjaga kinerja industri, antara lain mengatasi persoalan subsektor industri terdampak pandemi (scarring effect) dan memperluas pasar ekspor.

Selain itu, ujar Taufik Saleh, perlu mendorong percepatan pembangunan berbagai proyek strategis nasional khususnya infrastruktur konektivitas Jawa Barat utara dan selatan untuk mendukung efisiensi transportasi dan logistik.

"Infrastruktur pendukung ketahanan Pangan, dan menciptakan iklim yang kondusif untuk meningkatkan realisasi investasi, " ujar Taufik Saleh.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT