Dirinya berharap PT Indonesia lebih memperhatikan petani kecil daripada orang-orang kaya untuk memanfaatkan lahan tidur. Apalagi, para petani telah menggarap sejak puluhan tahun dan menggantungkan pendapatan dari hasil tanah tersebut.
"Kalau bisa perhatikan petani kecil seperti kami, karena kalau kami kan hanya untuk menyambung hidup menggarap lahan tidur itu bukan untuk menguasai," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran, puluhan hektare lahan Indonesia Power di Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang, yang berbatasan dengan kawasan Kota Baru Parahyangan telah diperjualbelikan. Lahan garapan itu dijual dengan harga fantastis antara Rp8-20 juta, tergantung dari luasnya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait