Dijelaskannya, organ usus pada usia anak-anak lebih lemah ketika cairan nitrogen ini dikonsumsi. Akibatnya peradangan pada dinding usus bisa terjadi akibat jajanan Chiki Ngebul tersebut. Terutama pada usia anak yang belum cukup baik daya tahan tubuhnya.
Lebih lanjut dikatakannya, guna mengantisipasi peristiwa serupa pihaknya bakal melakukan langkah pencegahan dengan melakukan pengawasan dan pembinaan kepada para pedagang Chiki Ngebul. Itu dilakukan agar mereka bisa mengetahui dan memahami terkait bahaya cairan nitrogen yang terkandung di dalamnya.
"Sentra-sentra jajanan dan tempat-tempat wisata yang mungkin ada penjual Chiki Ngebul akan kami datangi untuk diberikan edukasi. Diimbau para pedagang agar tidak menjualnya lagi," ucapnya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait