Pemudik terjebak kemacetan di jalur panturan Kota Cirebon, imbas dari penerapan one way di jalan tol. (FOTO: HASAN HIDAYAT)
Toiskandar, Hasan Hidayat

CIREBON, iNews.id - Arus lalu lintas di jalur pantai utara (pantura) Kota dan Kabupaten Cirebon terpantau padat merayap, Kamis (28/4/2022) malam. Ribuan mobil pribadi dan bus yang mengarah ke Jakarta merayap sepanjang 3 kilometer.

Kepadatan kendaraan ini dampak dari penerapan sistem one way dari Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Kalikangkung. Sementara, pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah didominasi roda dua. Terjadi antrean cukup panjang di setiap traffic light.

Pantauan MNC Portal Indonesia (MPI) di jalur pantura Jalan Brigjen Darsono, ribuan motor melaju dari arah Jakarta. Sedangkan dari arah sebaliknya, kondisi volume kendaraan cukup padat dan antrean pun panjang. Seperti di lampu merah Bypass-Pemuda, kendaraan mengular sampai Goa Sunyaragi atau sekitar 1 Kilometer.

Petugas pun mengurai kepadatan tersebut dengan melakukan pengaturan manual traffic light, ketika padat, jalur tersebut kendaraan diminta terus melaju, dan menahan kendaraan dari arah lainnya.

Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar mengatakan, untuk jalur arteri di wilayah hukum Polres Cirebon Kota setelah pihaknya lakukan pemantauan terjadi peningkatan arus lalulintas cukup signifikan.

"Kenaikan arus terlihat dari arah Palimanan, Weru sampai dengan Kedawung, dan sampai ke Pemuda, itu memang terjadi peningkatan," kata Kapolres Cirebon Kota.

AKBP M Fahri Siregar menyatakan, di jalur alternatif tepatnya di jalur Kapetakan, Suranenggala dan Gunungjati itu peningkatannya belum terlihat signifikan.

"Ini terjadi dari hari kemarin peningkatannya terlihat, terutama di waktu-waktu tertentu seperti setelah waktu berbuka puasa. Prediksi lonjakan pemudik akan terjadi hari malai 28, 29, dan 30 April. Itu puncak-puncaknya," ujarnya.

Kondisi serupa terpantau di jalur pantura Kabupaten Cirebon. Lalu lintas kendaraan ke arah Jakarta padat merayap di simpang Palimanan lebih dari 3 kilometer. Kendaraan pun hanya bisa melakukan 10 hingga 20 kilometer per jam.

Kondisi ini merupakan imbas pemberlakuan one way dari Tol Cikampek hingga Kalikangkung. Darwoyo, pemudik, mengatakan, kepada bukan hanya terjadi di persimpangan Palimanan tetapi jalur pantura Kota Cirebon punsama. "Rata-rata pemudik terjebak kepadatan panjang selama sekitar 1 jam," kata Darwoyo.

Petugas kepolisian dari Polresta Cirebon berusaha mengurai kepadatan dengan memberlakukan diskresi rekayasa lalu lintas, memprioritaskan kendaraan menuju Jakarta.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT