Selama musim kemarau ini, Daslia sudah menanam 4.000 bibit sayuran selada romaine dengan prediksi hujan turun September 2023. Namun ternyata hingga Oktober 2023 berakhir hujan tidak kunjung turun yang membuat terancam gagal panen karena kurang pengairan.
Padahal biaya yang sudah dikeluarkan cukup besar untuk membeli bibit, pupuk, pestisida dan air. "Dari 4 ribu tanaman, paling yang bisa dipanen hanya 30 persennya karena pertumbuhannya gak maksimal, bisa rugi jutaan rupiah. Mending kalau harganya bagus, ini mah kayanya anjlok," tutur dia.
Kendati begitu ia tidak langsung menyerah, meski belum tahu kapan musim hujan tiba, Daslia akan mencoba peruntungan dengan menanam jenis tanaman lain. Kini Daslia tengah mengolah lahan yang menurut rencana akan mulai digarap November 2023 mendatang.
"Saya rasa bukan saya saja yang nasibnya begini, petani lainnya pun sama. Saya sih berharap kemarau tidak semakin lama agar kekeringan ini teratasi," ucap Daslia.
Editor : Agus Warsudi
kemarau kemarau panjang musim kemarau kemarau berkepanjangan petani sayuran gagal panen petani gagal panen Lembang KBB
Artikel Terkait