Bank Dunia juga memperkirakan BRT Cekungan Bandung akan melayani sekitar 99.000 penumpang setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 21 persen diproyeksikan merupakan pengguna kendaraan pribadi yang beralih menggunakan transportasi umum.
Aan menegaskan, peningkatan jumlah pengguna angkutan umum menjadi salah satu kunci mengurangi kemacetan sekaligus menekan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon di Bandung Raya.
"BRT harus menjadi pilihan yang lebih cepat, lebih pasti, dan lebih nyaman dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Dengan begitu, masyarakat akan terdorong untuk beralih ke angkutan umum," katanya.
Proyek BRT Cekungan Bandung merupakan bagian dari Mass Transit Project (MASTRAN) yang didanai melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia, Bank Dunia, dan Agence Française de Développement (AFD).
Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan selesai sesuai jadwal agar layanan BRT dapat segera beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat di Bandung Raya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait