Menurutnya, hasil koordinasi dan pemetaan dengan BMKG dan aparat kewilayahan kasus kekurangan air bersih imbas El Nino bisa cukup parah untuk wilayah kota. Sedangkan untuk wilayah perdesaan kategorinya rendah, karena mereka masih mempunyai tutupan lahan yang lebih banyak.
Fenomena El Nino ini diprediksi bakal berlangsung mulai dari bulan Juli, Agustus, hingga September 2023. BPBD melihat untuk bulan Juni dan Juli, bencana kekeringan tidak akan begitu parah lantaran kemungkinan masih terjadi turun hujan meski intensitasnya sangat rendah.
"Yang kami waspadai justru puncak musim keringnya yang akan terjadi Agustus hingga September, di mana stok air bersih akan berkurang," katanya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait