Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggunting pita peresmian Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa di Cimaung, Kabupaten Bandung, Jumat (1/7/2022). (FOTO: Humas Pemprov Jabar)
Agung Bakti Sarasa

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut gembira khadiran Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa di Cimaung, Kabupaten Bandung. Balai rehabilitasi bagi korban narkoba itu wujud keadilan restorasi atau restorative justice.

Balai rehabilitasi untuk korban penyalahgunaan narkotika itu baru diresmikan operasionalnya oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Jumat (1/7/2022). 

Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, kehadiran balai rehabilitasi tersebut sebagai bentuk implementasi dari konsep keadilan restorasi atau restorative justice.

"Ini yang kami tunggu, sebuah logika hukum, yaitu restorative justice dalam penyelesaian perkara tanpa menghilangkan aspek hukum," kata Kang Emil. 

Kang Emil mengungkapkan, sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jabar telah melebihi kapasitas. Adapun 50-70 persen penghuni lapas tersebut merupakan kasus narkoba. "Setelah melihat profilnya, menurut saya mereka perlu direhabilitasi," ujarnya. 

Kekhawatiran juga muncul karena sepertiga pengguna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa yang masih berusia produktif. Balai Rehabilitasi Adhyaksa merupakan sarana pemulihan yang tepat bagi ketergantungan narkoba. "Saya yakin balai rehabilitasi ini mengurangi dampak ketergantungan narkoba," tutur Kang Emil. 

Pemprov Jabar, Kang Emil, juga terus mendukung upaya penanganan terhadap ketergantungan narkoba, salah satunya menyiapkan rencana induk (masterplan) pembangunan enam balai rehabilitasi. 

Satu balai rehabilitasi skala provinsi, kata Kang Emil, berada di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan lima lainnya tersebar di wilayah Jabar. 

"Di masterplan kami menyiapkan enam balai rehabilitasi, satu di antaranya di Cimaung yang tanahnya kami siapkan dengan diawasi dan diarahkan oleh Bupati Bandung," ucap Gubernur Jabar. 

Tak hanya di Cimaung, Bandung, dalam kesempatan itu, Menko Polhukam Mahfud MD juga meresmikan serentak Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa di sembilan provinsi lain secara virtual. 

Total 10 balai tingkat provinsi di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi tersebut, yaitu Aceh, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Banten, dan Jabar. 

Selain itu, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Adapun total di seluruh Indonesia mencapai 34 balai.

"Balai Adhyaksa sebagai sarana rehabilitasi bagi penyalahguna dan pecandu narkoba hari ini telah saya resmikan serentak 10 balai di tingkat provinsi," kata Mahfud.

Mahfud menuturkan, Kejaksaan Agung sudah mendorong keadilan restoratif pada tindak pidana narkoba dengan menerbitkan Pedoman Jaksa Agung tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Narkoba melalui Rehabilitasi, terutama korban. Adapun Balai Rehabilitasi Adhyaksa dimaksudkan untuk memulihkan penyalahgunaan narkoba. 

"Harapannya setelah selesai menjalani rehabilitasi mereka pulih terhadap ketergantungan narkoba, pulih secara fisik, dan dapat diterima oleh lingkungan. Itulah filosofi lembaga pemasyarakatan," kata Mahfud.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT