Salah satu tradisi di Cianjur yang tetap dipertahankan hingga saat ini yaitu Kuda Kosong. (Foto: Istimewa)

Sesampainya di Cianjur, kuda tersebut diarak mengelilingi kota Cianjur dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat di sana.

Dari situlah, penamaan istilah Kuda Kosong berawal pada saat Aria Natadimanggala membawa kuda pemberiannya dari Mataram ke Cianjur dengan tidak ditunggangi.

Dari sejarah tersebut, lalu Cianjur menghasilkan tradisi yang disebut Kuda Kosong. Konon, pada saat menggelar tradisi kuda kosong, kuda tersebut sedang ditunggangi oleh Eyang Suryakencana, yang merupakan anak dari hasil pernikahan Raden Aria Wiratanudatar dengan putri jin.

Adapun dalam helarannya dibutuhkan sejumlah peralatan dan perlengkapan seperti penutup badan kuda, aksesoris kepala dan kaki, serta bunga wana-warni.


Editor : Asep Supiandi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2 3
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network