Dia menyampaikan sebelumnya kondisi bangunan sekolah yang ambruk itu sudah rusak atau bahan bangunannya sudah lapuk, sehingga mudah ambruk ketika hujan deras mengguyur wilayah itu.
"Bukan karena ada bencana alam, tapi karena bangunannya sudah tua, dan tidak mampu menopang ketika terjadi hujan deras, akhirnya ambruk," kata Satria.
Namun, sebelum kejadian ambruk, kata dia, sekolah tersebut sudah masuk rencana program perbaikan yang dialokasikan anggarannya oleh dinas terkait pada tahun anggaran 2023.
Kondisi bangunan sekolah yang ambruk itu sudah siap dilakukan perbaikan guna menunjang KBM. "Memang kondisinya sudah lapuk, sudah tua, dan akan diperbaiki, namun sebelum diperbaiki sudah ambruk duluan," katanya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait