Melalui film ini, lanjut Yayat, pihaknya pun ingin merekontruksi ulang sosok Si Kabayan dengan situasi dan kondisi yang relevan saat ini dimana Si Kabayan pun mampu beradaptasi dengan situasi pandemi Covid-19 yang memang membuat banyak pihak kesulitan.
"Si Kabayan itu mampu mengatasi situasi. Seperti bagaimana Si Kabayan diceritakan sebagai Petani Milenial yang mendistribusikan hasil buminya melalui online," kata Yayat seraya berharap, harkat dan martabat masyarakat Jabar pun terangkat lewat film ini.
Yayat juga mengatakan bahwa masyarakat Indonesia harus diedukasi tentang penafsiran karakter Si Kabayan yang mungkin mewakili rakyat Jabar ini.
"Dari kejujuran dan kecerdasannya itu, Si Kabayan justru bisa menghadirkan solusi dari berbagai kebuntuan dan permasalahan yang ada di masyarakat, seperti halnya kebuntuan menghadapi pandemi dan lain-lain" katanya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait