Masjid Al Istiqomah yang jadi sasaran perusakan pelaku BY. (Foto: DHARMAWAN HADI)
Dharmawan Hadi

SUKABUMI, iNews.id - Peristiwa perusakan madrasah dan Mesjid Istiqomah di Kampung Langansari, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (23/10/2021), membuat geger masyarakat. Akibat perusakan itu, sejumlah kaca jendela masjid dan madrasah pecah.

Selain itu pelaku juga merusak beduk masjid. Lembaran kulit beduk sobek dan alat untuk mengingatkan warga waktu sholat itu tak bisa digunakan lagi.

Berikut 5 fakta kasus pembakaran madrasah berdasarkan penuturan saksi dan Kapolsek Tegalbuleud Iptu Deni Miharja:

1. Peristiwa perusakan terjadi pada Sabtu (23/10/2021) sekitar pukul 06.00 WIB. Pelaku perusakan berinisial BY (44). Warga tak berani mencegah apalagi melarang, karena pelaku membawa kapak.

2. Akibat perusakan menggunakan kapak tersebut, kaca jendela madrasah dan Mesjid Al Istiqomah pecah dan sebuah beduk rusak sehingga tak bisa digunakan.

3. Perusakan itu dilakukan BY diduga karena tidak suka madrasah dan Masjid Al Istiqomah digunakan warga sebagai tempat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

4. Warga menyebutkan BY merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kambuhan. Saat kambuh, BY kerap mengamuk. Namun saat kejiwaannya kembali pulih, stabil, dan sadar, BY seperti orang normal. Setelah melakukan perusakan, terduga pelaku BY seperti tak merasa bersalah. Dia langsung bekerja menarik penumpang sebagai tukang ojek. 

5. Polisi dari Polsek Tegalbuleud yang menerima laporan dari masyarakat, langsung mengamankan terduga pelaku BY. Saat ini, BY dalam pemeriksaan intensif petugas Polsek Tegalbuleud.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT