Korban sempat memosting fotonya di akun media sosial. (Foto: Istimewa)
Dharmawan Hadi

SUKABUMI, iNews.id - Kematian PM (19) gadis bertato di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, menyisakan misteri. Apalagi keluarga menolak untuk dilakukan autopsi sehingga menyulitkan polisi mengungkap penyebab kematian korban.

Berikut fakta-fakta kematian PM  yang sempat menggegerkan warga Sukabumi.

1. Sempat masuk kamar bersama seorang pria berinisial AL

Korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan mulut berbusa. Namun Sesaat sebelum tewas, korban sempat bersama seorang teman laki-laki berinisial AL

Menurut Kapolsek Kebonpedes, Iptu Tommy Ganhany Jaya Sakti, berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan saksi, sebelum meninggal dunia, pada Minggu (13/2/2022) sekitar pukul 18.00 WIB, korban bersama temannya laki-laki berinisial AL datang ke rumah SR (45) di Kampung Selajambu, RT 004/003, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes. 

"Setelah itu, korban bersama AL langsung masuk ke kamar bersama-sama. Kemudian sekitar pukul 19.30 WIB SR dan temannya berinisial YN pergi ke Kampung Cimaja. Sedangkan korban dan AL masih di rumah SR," ujarnya.


2. Broken Home 

Berdasarkan pengakuan SA (38), ayah korban, kepada polisi, dia mengaku sangat menyesal karena sudah lama tidak pernah lagi bertemu dengan PM (19). Anaknya itu mengalami broken home sejak masih sekolah kelas 4 SD. Ibunya lama bekerja sebagai TKI di Arab Saudi, sedangkan dirinya sudah menikah lagi.

Selama ini korban tinggal bersama neneknya di Kampung Cigadod RT 04/05 Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

3. Bertato

Salah seorang teman korban beinisial GC menyebutkan, korban mempunyai tato di kedua tangannya.

"Yang satu tato tulisan namanya dan satu lagi gambar bunga. Temannya banyak, kadang saya juga suka tidak hapal siapa aja yang suka jemputnya, dan korban dikenal juga suka traktir teman-temannya kalo sedang nongkrong," kata dia.


4. Selalu pergi jika ditelepon seseorang  

Salah satu aktivitas yang tidak diketahui teman korban, yakni PM akan langsung pergi jika sudah menerima telepon dari seseorang. 

"Sebelum meninggal pada sore harinya sekira pukul 15.00 WIB saya sempat jemput korban untuk minum kopi bareng. Namun kebiasaan korban tidak pernah lama ketika nongkrong. Apalagi jika sudah menerima telepon, korban langsung pergi," ujar GC,  Selasa (15/2/2022). 

5. Anggota geng motor

Sejumlah teman korban mengetahui jika PM anggota salah satu geng motor. Bahkan ketika korban ditemukan tewas dengan mulut berbusa, PM mengenakan kaos geng motor. Korban pun termasuk sering mentraktir teman-temannya.  


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT