Polisi menyelidiki kasus pesta miras yang menewaskan dua remaja di Kampung Paguyuban, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: iNews/ASEP JUHARIYONO)
Asep Juhariyono

TASIKMALAYA, iNews.id - Teten (15) dan Aldi (17), dua remaja di Kampung Paguyuban, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, tewas seusai pesta minuman keras (miras) oplosan alkohol 95 dicampur obat batu cair dan serbuk minuman berenergi. Keduanya meregang nyawa pada Senin (25/10/2021) lalu.

Selain Teten dan Aldi, tiga teman korban, Yuki (18), Herdis (16), dan Wendi (14) pun saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singaparna Medika Citrautama (SMC) Tasikmalaya. 

Ketiga remaja yang juga warga Kampung Paguyuhan, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Tasikmalaya itu, mengalami gejala keracunan miras, seperti pusing, penglihatan terganggu, mual, dan muntah.
 
Informasi yang diperoleh menyebutkan, dua korban meninggal dunia Teten dan Aldi telah dimakamkan di dua tempat permakaman berbeda di Kampung Paguyuhan, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Tasikmalaya.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Dian Pornomo mengatakan, benar dua remaja tewas sesuai minuman keras dan tiga lainnya masih dirawat. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.
 
"Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus miras olosan tersebut. Sejumlah barang bukti telah disita polisi di tempat kejadian perkara (TKP), di antaranya botol alkohol, teko, gelas, dan bekas minuman energi," kata Kasatreskrim Polres Tasikmalaya.

Selain itu, ujar AKP Dian Pornomo, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk keluarga korban. 

"Miras oplosan ini diracik sendiri oleh korban terdiri atas alkohol 95 persen, obat batuk, dan minuman berenergi," ujar AKP Dian Pornomo. 

Pesta miras tersebut, tutur Kasatreskrim, diikuti sekelompok remaja di sebuah rumah kosong pada Minggu (24/10/2021) malam. Seusai pesta miras oplosan, mereka kemudian pulang ke rumah masing-masing. 

Baru keesokan harinya (Senin 25/10/2021), korban mengalami gejala kepala musing, mual, dan penglihatan terganggu. Para korban, Teten, Aldi, Yuki, Herdis, dan Hendi, kemudian dibawa ke Puskesmas Taraju oleh keluarganya. Namun lantaran gejala yang dialami para korban parah, petugas puskesmas merujuk korban ke RSUD SMC Singaparna.

"Sebelum dibawa ke rumah sakit, korban Teten meninggal dunia di Puskesmas Taraju. Sedangkan korban Aldi sempat dirawat di RSUD SMC Singaparna. Saat ini masih ada dua korban yang dirawat di rumah sakit. Sementara satu orang sudah dibawa pulang ke rumahnya," ujar AKP Dian Pornomo.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT