Bangunan kelas 3 SD Negeri Simpenan yang rusak pada bagian atap, yang terakhir diperbaiki pada tahun 2006. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)
Dharmawan Hadi

SUKABUMI, iNews.id - Selama 16 tahun tidak mendapatkan anggaran pemeliharaan, atap bangunan SD Negeri Simpenan, Jalan Limusnunggal, Desa Pasir Suren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, nyaris ambruk. Kondisi bangunan seperti itu cukup membahayakan bagi keselamatan siswa saat kegiatan belajar mengajar (KBM). 

Bukan hanya ruang belajar yang menjadi rusak, sarana prasarana kegiatan belajar mengajar seperti bangku dan meja pun lapuk akibat sering terkena air hujan dari atap bangunan yang bocor. Jika tidak segera diperbaiki dikhawatirkan kerusakan semakin meluas ke ruangan lain. 

Ketua Komite Sekolah, Jamaludin mengatakan bahwa kerusakan puncaknya terjadi pada bulan Juli 2022, atap yang bocor membuat rangka bangunan kayu cepat lapuk hingga merusak bagian plafon penutup atap bangunan. 

"Ruang kelas 3 yang rusak, jadi kantor sementara pindah ke perpustakaan. Untuk jumlah siswa (kelas 3) ada 25 siswa, karena ruangannya rusak jadi belajarnya di sini (perpustakaan)," ujar Jamaludin, kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (27/10/2022). 


Lebih lanjut Jamaludin mengatakan, SD Negeri Simpenan mempunyai 7 ruang dengan jumlah siswa keseluruhan 182 orang. Kelas 3 yang jumlah siswanya 25 orang terdampak akibat kerusakan ruangan tersebut dan harus pindah ke ruangan perpustakaan untuk menghindari adanya korban tertimpa atap bangunan. 

"Dulu perbaikan tahun 2006 yang bangunan 2 lokal (yang rusak), untuk kelas 5 dan 6 terkahir diperbaiki tahun 2008. Jadi yang itu (bangunan yang rusak) hampir 16 tahun dan yang satunya lagi 14 tahun terakhir diperbaiki," ujar Jamaludin. 

Sementara itu, salah satu murid SD Negeri Simpenan, Syahrul Hidayat mengatakan bahwa adanya kerusakan pada bagian atap sekolahnya tersebut membuat para siswa khawatir ketika sedang melaksanakan KBM. 

"Kurang nyaman, khawatir takut roboh, kalau lagi belajar hujan ada bocor sedikit, bangku juga kurang. Pengen dibagusin lagi sekolahnya," ujar Syahrul. 


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT