Warga Tolak Pertambangan Galian C di Gunung Manglayang Sukabumi, Ini Alasannya
SUKABUMI, iNews.id - Warga dua RT Kampung Pojok, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, menolak keras rencana eksploitasi Gunung Manglayang menjadi pertambangan galian C. Mereka khawatirkan pertambangan itu berdampak buruk terhadap lingkungan.
Terlebih lagi, lokasi Gunung Manglayang yang akan digunakan sebagai lokasi pertambangan berada di kawasan patahan aktif Sesar Cimandiri.
Nanang (65), tokoh masyarakat Kampung Pojok mengatakan bahwa lokasi pertambangan dengan permukiman penduduk jaraknya sekitar 100 meter.
"Warga di kedua ke RT di Kampung Pojok sangat menolak keras dengan rencana pertambangan di Gunung Manglayang ini. Bahkan, hampir seluruh warga di sini sudah melakukan penandatangan penolakanya," ujar Nanang kepada wartawan pada Jumat (17/09/2021).
Nanang menambahkan bahwa penolakan warga ini karena dikhawatirkan dapat berpotensi bencana alam. Terlebih lagi, lokasi pertambangan berada di atas permukiman penduduk.
"Iya, kalau hujan deras saya yakin air dan lumpur yang berasal dari lokasi tambang itu pasti akan memasuki area penduduk. Karena lokasi tambang itu berada di atas permukiman warga," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Cagar Budaya Nasional Pojok Gunung Kekenceng (Kota Hiroshima-2) Sukabumi, Tedi Ginanjar menjelaskan, lokasi Gunung Manglayang yang rencananya akan dilakukan eksploitasi oleh perusahaan tambang itu berada di wilayah Desa Selawangi Kecamatan Sukaraja, Desa Cipurut dan Desa Tegalpanjang Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi.
"Warga menuai protes dan menolak rencana pembongkaran itu, karena kawasan Gunung Manglayang tersebut berada di alur patahan aktif Sesar Cimandiri yang saat ini sedang dalam pengawasan intensif oleh BMKG dan Badan Geologi. Iya, karena akhir-akhir ini sering terjadi gempa bumi yang cukup besar di sekitaran alur sesar tersebut," ujar Tedi kepada wartawan.
Lebih lanjut Tedi mengatakan, di sekitar kawasan Gunung Manglayang terdapat banyak sebaran tinggalan arkeologi yang telah diobservasi oleh Balai Arkeologi Jawa Barat. Bahkan, telah terbit laporan penelitiannya yaitu berupa tinggalan arkeologi Kawasan Kota Hiroshima 2 berupa peninggalan bersejarah zaman penjajahan Jepang yang sebarannya meliputi kampung Bandang, Kampung Pojok hingga ke anak Gunung Manglayang.
"Di Gunung Manglayang itu, ada tinggalan arkeologi berupa Pasarean Eyang Dalem Saringsingan, Sarkofagus atau peti mati dari batu, Batu Lingga berdiameter 0,5 meter dan tingginya sekitar 1 meter, Meja Batu Besar, Batu Kujang dan sebagainya, yang telah diobservasi oleh Balai Arkeologi Jawa Barat dan sebagian lagi masih dalam tahap pengkajian," ujar Tedi.
Editor: Asep Supiandi