Warga Majalengka Terancam Hukuman Mati, Keluarga: Pak Jokowi Kami Mohon Pertolongan

Inin nastain ยท Senin, 24 Mei 2021 - 17:23:00 WIB
Warga Majalengka Terancam Hukuman Mati, Keluarga: Pak Jokowi Kami Mohon Pertolongan
Keluarga Pekerja Migran Indonesia di Dubai menunjukkan foto Enung: (Foto: iNews.id/Inin Nastain)

MAJALENGKA, iNews.id - Ancaman hukuman mati yang dihadapi Nenah Arsinah, warga Desa Ranjiwetan, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat di tempatnya bekerja, Dubai menghadirkan kesedihan bagi keluarga. Apalagi, Nenah diyakini tidak melakukan kejahatan pembunuhan seperti yang dituduhkan kepadanya.

Kakak Nenah, Enung Arminah yakin adiknya tidak melakukan tindak kriminal yang berujung pada meninggalnya sopir majikan. Keyakinan Enung itu diperkuat keteguhan Nenah yang berani bersumpah tidak melakukan pembunuhan. 

“Demi Allah, demi Rosulullah, kata adik saya, ‘saya tidak  melakukan itu,’ kata Enung.

Dari penuturan adiknya, nasib yang membuatnya terancam hukuman mati berawal dari tipuan sang majikan. Beberapa saat setelah sopirnya meninggal, Nenah disodorkan kertas bertuliskan arab gundul untuk ditandatanganinya. Kepada Nenah, kata dia, sang majikan perempuan itu mengatakan bahwa dia akan dinikahkan dengan tetangga sang majikan.

“Adik saya nggak ngerti. Dia (majikan) bilang ‘kamu harus tandatangn sama orang Filipina. Pas ditandatangi, dia (Majikan) bilang mau ngasih uang yang banyak, mau menikahkan adik saya yang namanya Nenah Arsinah. Katanya (dinikahkan) sama tukang laden yang tetangga itu,” kata dia.

Mendengar penjelaskan itu, jelas Enung, membuat adiknya merasa bahagia. Namun kebahagiaan Nenah itu tidak bertahan lama. Alih-alih segera dinikahkan, dia justru dibawa petugas polisi setempat.

“Ternyata bohong, majikan perempuan itu. Tiba-tiba nelepon polisi, adik saya diborgol, dibawa, dipukuli disuruh ngaku telah membunuh,  dan zina. Padahal demi Alloh demi Rosulullah, kata adik saya, saya tidak  melakukan itu," ucap dia.

Di tengah upayanya agar Nenah bisa lepas dari hukuman dan pulang kampung, Enung mengaku dirinya bersama keluarga di rumah pun mendapat musibah. 

“Siapa yang mau menolong adik saya. Saya sudah tertipu berkali-kali sama orang yang akan menolong, tapi tidak satupun yang menolong adik saya. Kami mohon kepada semua perwakilan KBRI, KJRI dan sama Bapak Presiden Bapak Joko Widodo, kami mohon pertolongan,” ujar dia.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: