Walini KBB Bakal Jadi Masterpiece Kawasan Wisata, Investor Siapkan Rp3 Triliun
BANDUNG BARAT, iNews.id - Kawasan Walini di Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal dikembangkan menjadi masterpiece kawasan wisata terintegrasi. Bahkan kawasan yang awalnya akan dijadikan transit oriented development (TOD) Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) itu sudah dilirik oleh investor nasional.
"Walini di Cikalongwetan akan jadi kawasan wisata, karena untuk TOD Kereta Cepat Jakarta Bandung masih menurut Menteri BUMN (Pa Erick Thohir) itu masih butuh waktu lama," kata pelaksana tugas (plt) Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, Jumat (9/9/2022).
Hengki Kurniawan menyatakan, pengembangan wisata di Walini ditargetkan mulai bisa dimulai di tahun ini dengan diawali groundreaking. Rencananya investasi yang ditanamkan mencapai Rp3 triliun sehingga akan berdampak kepada pendapatan daerah terutama dari sektor pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
"Pastinya PAD akan terdongkrak, itu kalau dihitung dari BPHTB-nya bisa masuk sekitar Rp1 triliunan," ujar Hengki Kurniawan.
Invetasi tersebut, tutur plt Bupati Bandung Barat, sebenarnya sudah lama digulirkan jauh sebelum muncul rencama akan dibangun TOD KCJB. Belakangan rencana itu mencuat kembali seiring keseriusan dari pihak investor untuk mengembangkan kawasan wisata Walini Raya Cikalongwetan.
Dilihat dari Detail Engineering Design (DED) pengembangan Kota Wisata Walini, tutur Hengki, konsepnya sangat bagus. Lahan yang akan dipergunakan untuk pengembangan Wisata Walini kurang lebih seluas 1.000 hektare.
Nanti, selain tempat wisata, akan ada hunian, hotel, dan patung Soekarno raksasa karya pematung nasional Nyoman Nuarta. "Kalau liat DED-nya sangat bagus, sulit dijelaskan, karena melihat gambarnya, sangat bagus sekali. Bisa jadi ini masterpiece-nya dari Pa Nyoman selain IKN di Kalimantan," tutur plt Bupati Bandung Barat.
Hengki Kurniawan berharap investor tersebut bisa segera merealisasikan konsep pengembangan Kota Wisata Walini dalam waktu dekat. Pihaknya juga sudah meminta pada investor tersebut, paling tidak pada tahun ini sudah bisa melakukan groundbreaking dulu.
"Investornya sudah menyampaikan ke Pak Jokowi dan sudah dapat izin. Untuk OSS (Online Single Submission atau Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik)-nya dari pusat sudah keluar, jadi tinggal persiapan dari kami (KBB)," ucapnya.
Editor: Agus Warsudi