Volume Sampah Medis Tinggi, Ini yang Harus Dilakukan Warga Bandung dari Rumah

Arif Budianto · Jumat, 23 April 2021 - 15:33:00 WIB
Volume Sampah Medis Tinggi, Ini yang Harus Dilakukan Warga Bandung dari Rumah
Limbah masker di Sungai Ciliwung sedang dibersihkan petugas. (Foto Okezone).

BANDUNG, iNews.id - Wali Kota Bandung, Oded M Danial memberikan arahan kepada masayarkat bagaimana memperlakukan sampah medis dari rumah agar tidak berbahaya. Sebab perlu perlakuan khusus karena sampah medis membawa virus atau bakteri.

Salah satu arahannya untuk sama-sama saling bahu membahu menangani permasalahan sampah. Yaitu dengan mengelola sampah dari rumah dengan menggunakan metode Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan).

Untuk sampah medis seperti masker dan faceshield, metodenya pun tidak asal buang saja. Tapi perlu penanganan khusus yakni masker dianjurkan untuk dirobek atau dirusak terlebih dulu. Kemudian disemprot disinfektan, baru dimasukkan ke dalam kantong plastik khusus.

“Karena berbahaya jadi masker harus dipisahkan di tempat yang lain. Ini semua bisa kita lakukan dengan kolaborasi bersama seluruh stakeholder masyarakat Kota Bandung,” ucapnya.

Sementara itu, dia menyebutkan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung mencatat, selama tiga bulan terakhir, limbah medis di Kota Bandung sudah mencapai 2 ton. Meski jumlahnya lebih sedikit dari sampah biasa, namun akibatnya lebih berbahaya.

”Limbah medis bukan saja mengotori lingkungan tapi juga bisa membawa virus atau bakteri,” tutur Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat mengisi seminar online ‘Peningkatan Literasi Sampah Rumah Tangga, Menuju Zero Waste Society’ bersama Pengabdian Masyarakat ITB, Jumat (23/4/2021).

Di tingkat puskesmas, terang Oded, penanganan limbah medis telah sesuai protokol tetap (protap) Kementerian Kesehatan. Tapi di tingkat rumah tangga, Oded mengakui literasi masyarakat dalam menangani sampah medis perlu ditingkatkan.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: