get app
inews
Aa Text
Read Next : Korban Tewas Longsor Cisarua Bertambah jadi 12 Orang, 81 Warga Masih Hilang

Update Longsor Cisarua: Korban Tewas Bertambah 2 jadi 13 Orang, 77 Warga Masih Tertimbun

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:38:00 WIB
Update Longsor Cisarua: Korban Tewas Bertambah 2 jadi 13 Orang, 77 Warga Masih Tertimbun
Petugas gabungan melakukan pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Ist)

BANDUNG BARAT, iNews.id – Tim SAR Gabungan kembali menemukan dua jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026) siang. 

Dengan penemuan ini, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi kini menjadi 13 orang. Sedangkan 77 korban lainnya masih dalam pencarian. 

Proses evakuasi berlangsung dramatis di bawah guyuran hujan gerimis. Petugas pun harus berhati-hati menyisir material tanah yang masih labil.

Kedua jenazah yang ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB tersebut langsung dibawa oleh petugas menggunakan kantong jenazah menuju Puskesmas Pasirlangu.

"Dua korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pagi ini. Keduanya langsung dievakuasi ke Puskesmas untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis," kata petugas di lokasi kejadian.

Seluruh warga yang selamat kini menempati posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu. Pemerintah daerah bersama relawan telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan instan, pakaian, dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Pencarian hari kedua ini dilakukan secara masif dengan melibatkan berbagai unsur kekuatan. Petugas gabungan kini mengerahkan alat berat (Ekskavator) untuk mengeruk material tanah yang menimbun puluhan rumah. Selain itu, anjing pelacak (K-9) untuk mendeteksi titik-titik keberadaan korban di bawah timbunan longsor yang mencapai kedalaman beberapa meter.

Petugas masih memfokuskan pencarian pada titik-titik yang diduga kuat merupakan area ruang tamu atau kamar rumah, di mana warga diperkirakan sedang berada saat longsor terjadi pada Sabtu dini hari lalu.

Kondisi tanah di lokasi bencana terpantau masih sangat jenuh air dan berpotensi mengalami pergerakan susulan.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut