Unik, Pelukis asal Sukabumi Gunakan Jelaga untuk Lukis Jokowi hingga Erick Thohir
SUKABUMI, iNews.id - Melukis umum dilakukan dengan menggunakan cat dan kuas. Namun berbeda dengan pelukis asal Kampung Selajambu RT 04/01, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, perlengkapan melukisnya diganti dengan jelaga yang berasal dari asap lampu minyak (centir).
Seniman bernama N Suryana atau yang dikenal dengan nama Nay, mulai menggeluti lukisan dengan metode asap jelaga sejak lima bulan yang lalu. "Sebelumnya saya mengenal seni lukis dan belajar melukis dari sejak SMP di Kebonpedes oleh guru seni saya waktu itu," ujarnya saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin (18/10/2021).
Nay menambahkan bahwa untuk lukisan jelaga awalnya terinspirasi dari pelukis jelaga luar negeri Steven Spazuk warga negara Prancis. "Saya berdiskusi lewat sosial media dan akhirnya saya mencoba sendiri, sempat beberapa kali gagal namun tidak pantang menyerah terus saja saya lebih memperdalaminya dan akhirnya bisa juga," ujarnya.
Lebih lanjut Nay mengatakan untuk proses pembuatannya satu lukisan membutuhkan waktu satu hari. Awalnya membuat gambar sketsa pada media kertas pakai pensil lalu dengan menggunakan lampu minyak mengambil asap jelaganya agar menempel pada kertas tersebut.
"Setelah itu jelaga yang menempel pada kertas dilukis dengan menggunakan kuas, jarum atau bulu ayam sesuai kebutuhan gambar yang dilukis lalu finishing di-clear menggunakan pernis untuk menahan jelaga tersebut dari air dan suhu," ujar Nay sambil sebelumnya memperagakan melukis Presiden Jokowi.
Tokoh yang sudah dilukis pakai asap jelaga dari lampu minyak adalah Menteri BUMN Erick Thohir dan saat memperagakan cara melukis kepada wartawan, Nay melukis wajah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan silhouet.
"Baru dua tokoh, itu bukan pesenan melainkan keinginan sendiri saja, selain melukis dua tokoh tersebut ada juga lukisan hewan dan lukisan potret teman-teman. Tapi untuk lukisan yang menggunakan metode lain sudah banyak, seperti Rizal Ramli dengan menggunakan kopi, atau tokoh lain," ujarnya.
Suryana berharap lukisan dari jelaga tersebut dapat berkembang di Indonesia. "Mudah-mudahan karya seni ini bisa diterima masyarakat Indonesia agar saya lebih berkembang lagi," ucapnya.
Editor: Asep Supiandi